Senin, 21 Juli 2014

DUPLIKASI GEN



Duplikasi gen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sebuah skema bagian kromosom sebelum dan sesudah kejadian duplikasi
Duplikasi gen (ataupun duplikasi kromosom atau amplifikasi gen) merupakan kejadian bergandanya (duplikasi) suatu daerah bagian DNA yang mengandung gen. Ia dapat terjadi sebagai kesalahan pada rekombinasi homolog, kejadian retrotransposisi, ataupun duplikasi keseluruhan kromosom.[1] Kopi kedua dari gen ini seringkali terbebas dari tekanan seleksi, yakni bahwa mutasi ini tidak memiliki efek merugikan pada organisme inang. Oleh karenanya, gen ini bermutasi lebih cepat dari generasi ke generasi organisme.
Duplikasi merupakan lawan dari delesi. Duplikasi terjadi akibat dari suatu kejadian yang disebut sebagai pindah silang. Ini terjadi semasa meiosis antara kromosom homolog yang salah jajar. Peluang hal ini terjadi adalah berupa fungsi derajat perkongsian elemen berulang antara dua kromosom. Produk rekombinasi adalah duplikasi pada daerah pertukaran dan delesi timbalbalik.[2]

duplikasi Gene sebagai event evolusi

Duplikasi gen diyakini memainkan peran utama dalam evolusi ; posisi ini telah dipegang oleh anggota komunitas ilmiah selama lebih dari 100 tahun. [3] Susumu Ohno adalah salah satu pengembang yang paling terkenal dari teori ini dalam buku klasiknya Evolution oleh gen duplikasi (1970) [4] . Ohno argued that gene Ohno berpendapat bahwa duplikasi gen adalah kekuatan evolusi paling penting karena munculnya nenek moyang bersama universal . [5] Mayor genom duplikasi kegiatan yang tidak biasa. Hal ini diyakini bahwa seluruh ragi genom mengalami duplikasi sekitar 100 juta tahun yang lalu [6] . Tanaman adalah genom duplikator yang paling produktif. Sebagai contoh, gandum adalah hexaploid (sejenis polyploid ), artinya memiliki enam salinan genom tersebut.
Duplikasi dari hasil gen dalam salinan tambahan yang bebas dari tekanan selektif. Hal ini memungkinkan salinan baru gen bermutasi tanpa konsekuensi merusak organisme. Kebebasan dari konsekuensi ini memungkinkan untuk mutasi gen baru yang berpotensi dapat meningkatkan kebugaran organisme atau kode untuk fungsi baru.. Contoh dari ini adalah jelas mutasi gen pencernaan digandakan dalam sebuah keluarga ikan es menjadi gen antibeku.
Kedua gen yang ada setelah acara duplikasi gen disebut paralogs dan biasanya kode untuk protein dengan fungsi yang sama dan / atau struktur. Sebaliknya, orthologous gen yang mana kode untuk protein dengan fungsi yang sama namun ada di spesies yang berbeda, dan diciptakan dari spesiasi acara. (Lihat homologi urutan dalam genetika ).
Hal ini penting (tapi sering sulit) untuk membedakan antara paralogs dan orthologs dalam penelitian biologi. Percobaan pada fungsi gen manusia sering dapat dilakukan di lain spesies jika homolog ke gen manusia dapat ditemukan dalam genom spesies itu, tapi hanya jika homolog adalah orthologous. Jika mereka paralogs dan hasil dari aktivitas duplikasi gen, fungsi mereka mungkin terlalu berbeda.
Segmen paralogous dapat mengulangi dengan urutan kesamaan urutan lebih dari 90%. Dalam kasus tersebut, mereka dikenal sebagai salinan mengulangi rendah (LCRs) meskipun mereka tidak berulang-ulang urutan tinggi. Mereka kebanyakan ditemukan di pericentronomic , subtelomeric dan interstisial daerah kromosom. The LCRs, karena ukuran mereka (> 1KB), kesamaan, dan orientasi, sangat rentan terhadap duplikasi dan penghapusan. Genomik penataan ulang ini disebabkan oleh mekanisme non-alelik rekombinasi homolog . Variasi genomik yang dihasilkan tergantung dosis menyebabkan gangguan neurologis gen seperti seperti sindrom Rett dan -Merzbacher penyakit Pelizaeus . [7]

duplikasi Gene sebagai amplifikasi

Gene duplikasi tidak selalu merupakan perubahan yang berlangsung dalam genom suatu spesies. Bahkan, perubahan tersebut sering tidak terakhir masa lalu organisme inang awal. Dari perspektif genetika molekular , amplifikasi adalah salah satu dari banyak cara di mana gen dapat diekspresikan . amplifikasi genetik dapat terjadi artifisial, seperti dengan menggunakan polymerase chain reaction teknik untuk memperkuat untai pendek DNA in vitro menggunakan enzim , atau bisa terjadi secara alami, seperti dijelaskan di atas. Jika itu adalah duplikasi alam, masih dapat terjadi dalam sel somatik , bukan germline sel (yang akan diperlukan untuk perubahan evolusi langgeng).
Juga, dalam hal baik, duplikasi dapat dan sering sedikit atau sangat merugikan. Sebagai contoh, duplikasi dari onkogen adalah penyebab umum dari berbagai jenis kanker , seperti halnya dengan P70-S6 Kinase 1 amplifikasi dan kanker payudara . [8] Dalam kasus seperti ini, duplikasi genetik terjadi pada sel somatik dan hanya mempengaruhi genom sel kanker itu sendiri, bukan seluruh organisme, apalagi keturunan berikutnya.

microarray Genom mendeteksi duplikasi

Seperti teknologi genomik mikroarray , juga disebut array komparatif hibridisasi genom (array CGH), digunakan untuk mendeteksi kelainan kromosom, seperti microduplications, dalam mode throughput tinggi dari sampel DNA genomik. Secara khusus, DNA microarray teknologi secara bersamaan dapat memantau tingkat ekspresi ribuan gen di banyak perawatan atau kondisi eksperimental, memfasilitasi studi evolusi regulasi gen setelah duplikasi gen atau spesiasi .

Referensi

  1. ^ Zhang J (2003). ^ Zhang J (2003). "Evolution by gene duplication: an update". Trends in Ecology & Evolution 18 (6): 292–8. doi : 10.1016/S0169-5347(03)00033-8 . "Evolusi oleh duplikasi gen: update". Tren Ekologi & Evolution 18 (6): 292-8. DOI : 10.1016/S0169-5347 (03) 00033-8 .  
  2. ^ http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=3562 ^ http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=3562
  3. ^ Taylor JS, Raes J (2004). ^ Taylor JS, Raes J (2004). "Duplication and divergence: the evolution of new genes and old ideas". Annu. "Duplikasi dan perbedaan: evolusi gen baru dan ide-ide lama". Annu. Rev. Genet. 38 : 615–43. doi : 10.1146/annurev.genet.38.072902.092831 . PMID 15568988 . Rev Genet:. 38 615-43. DOI : 10.1146/annurev.genet.38.072902.092831 . PMID 15568988 .  
  4. ^ Ohno, S. (1970). Evolution by gene duplication . Springer-Verlag . ISBN 0-04-575015-7 . ^ Ohno, S. (1970). Evolution oleh duplikasi gen. Springer-Verlag . ISBN 0-04-575015-7 .  
  5. ^ Ohno, S. (1967). Sex Chromosomes and Sex-linked Genes . Springer-Verlag . ISBN 91-554-5776-2 . ^ Ohno, S. (1967) dan Jenis Kelamin. Kromosom-link Gen Seks. Springer-Verlag . ISBN 91-554-5776-2 .  
  6. ^ Kellis M, Birren BW, Lander ES (April 2004). ^ Kellis M, BW Birren, Lander ES (April 2004). "Proof and evolutionary analysis of ancient genome duplication in the yeast Saccharomyces cerevisiae". Nature 428 (6983): 617–24. doi : 10.1038/nature02424 . PMID 15004568 . "Bukti dan analisa evolusi genom duplikasi kuno dalam ragi Saccharomyces cerevisiae" 428. Alam (6983): 617-24. DOI : 10.1038/nature02424 . PMID 15004568 .  
  7. ^ Lee JA, Lupski JR (October 2006). ^ Lee JA, Lupski JR (Oktober 2006). "Genomic rearrangements and gene copy-number alterations as a cause of nervous system disorders". Neuron 52 (1): 103–21. doi : 10.1016/j.neuron.2006.09.027 . PMID 17015230 . "Genom penataan ulang dan jumlah salinan gen-perubahan sebagai penyebab dari gangguan sistem saraf" 52. Neuron (1): 103-21. DOI : 10.1016/j.neuron.2006.09.027 . PMID 17015230 .  
  8. ^ "Entrez Gene: RPS6KB1 ribosomal protein S6 kinase, 70kDa, polypeptide 1" . http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=gene&Cmd=ShowDetailView&TermToSearch=6198 . ^ "Entrez Gene: RPS6KB1 ribosomal protein kinase S6, 70kDa, polipeptida 1" . http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=gene&Cmd=ShowDetailView&TermToSearch=6198 .  
  9. ^ Mao R, Pevsner J (2005). ^ Mao R, Pevsner J (2005). "The use of genomic microarrays to study chromosomal abnormalities in mental retardation". Ment Retard Dev Disabil Res Rev 11 (4): 279–85. doi : 10.1002/mrdd.20082 . PMID 16240409 . "Penggunaan mikroarray genom untuk mempelajari kelainan kromosom dalam keterbelakangan mental" 11. An Retard kecacatan Dev Res Rev (4): 279-85. DOI : 10.1002/mrdd.20082 . PMID 16240409 .  
  10. ^ Gu X, Zhang Z, Huang W (January 2005). "Rapid evolution of expression and regulatory divergences after yeast gene duplication" . Proc. ^ Gu X, Zhang Z, Huang W (Januari 2005). "evolusi cepat berekspresi dan perbedaan peraturan setelah duplikasi gen ragi" . Proc. Natl. Natl. Acad. Acad. Sci. Sci. USA 102 (3): 707–12. doi : 10.1073/pnas.0409186102 . PMID 15647348 . Amerika Serikat 102 (3): 707-12. DOI : 10.1073/pnas.0409186102 . PMID 15647348 .




PENGERTIAN DUPLIKASI

1. Duplikasi merupakan suatu proses / metode untuk menciptakan duplikat. Duplikasi artinya menciptakan suatu tiruan / cetakan dari aslinya. Tiruan dari duplikat tersebut harus cukup bagus untuk digunakan dalam menciptakan tiruan-tiruan selanjutnya.

2. Dalam MLM, Duplikasi berarti "Mewariskan ke bawah", "Menanamkan pengetahuan", "Mengajarkan", "Melatih" downline-downline anda, semua yang telah anda ketahui atau telah anda pelajari, hal-hal dimana telah membuahkan hasil bagi anda dan akan sangat membantu downline anda.
3. Secara teknis, anda mulai untuk menduplikasikan diri anda kepada downline-downline langsung anda, kemudian downline langsung anda mulai menduplikasikan kepada downline langsungnya juga. Indealnya, proses ini harus mulai dari diri anda sendiri dan bergerak turun hingga distributor terakhir dalam jalurnya.
4. Seperti hal dalam penerapannya, kita harus mempertimbangkan bahwa usaha penduplikasian distributor A disebut berhasil hanya jika distributor B cukup mampu untuk melakukan duplikasi kepada distributor C. Sama halnya juga untuk dapat mempertimbangkan bahwa usaha penduplikasian si B disebut berhasil, B harus dapat melatih si C untuk bisa menduplikasikan kepada D.
5. Apa yang anda butuhkan untuk menduplikasikan kebawah ?
. Sikap
. Keahlian / Strategi
. Pengetahuan
. Kebiasaan / Tujuan

6. Tidak peduli posisi anda itu "D1" ataupun "DE", Duplikasi merupakan kunci untuk menikmati perkembangan dan kunci sukses untuk jangka panjang dalam mengelola jaringan MLM anda.
7. Duplikasi haruslah merupakan inti aktifitas dari setiap dan masing-masing Distributor dalam jaringan anda. Jika duplikasi bukan merupakan ciri utama dari aktivitas jaringan anda, maka yang terjadi adalah downline-downline anda :
. Mungkin harus meraba-raba dalam kegelapan untuk mencoba bekerja dengan sistem tersebut.
. Tidak akan memperoleh manfaat penduplikasian dari kesuksesan masing-masing Upline. Setiap orang mencoba untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka yang masih terbatas untuk mencoba mencapai sukses, yang mana biasanya hanya membuat sesuatu menjadi agak kacau dan rumit. Itulah sebabnya mengapa banyak sekali distributor baru merasa kecil hati.
. Tidak akan pernah mandiri. Mereka biasanya akan lebih banyak mengandalkan upline masing-masing

8. Jika dilaksanakan sebagaimana mestinya, duplikasi akan memberikan hasil "EFEK LIPAT GANDA / MULTIPLIKASI" . Anda harus menyadari bahwa perkembangan dari jaringan anda haruslah merupakan hasil dari pelipatgandaan, bukan penambahan.
Berkembang secara penambahan itu lambat, banyak masalah dan tidak dapat diramalkan, berkembang secara pelipatgandaan itu lebih cepat, lebih sistematis dan dapat diaramalkan.

9. Alasan-alasan mengapa penduplikasian sangat penting:
. Duplikasi memastikan semua downline-downline anda untuk tahu apa yang harus dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, mencapai hasil lebih cepat dan dalam cara yang lebih sistematis.
. Duplikasi membuat semua downline-downline lebih mandiri, sehingga anda tidak akan merasa terikat. Ini akan membuat anda lebih bebas untuk menjalankan fungsi-fungsi kepemimpinan pada jaringan anda.
. Duplikasi menciptakan "Efek Lipat Ganda", sehingga pendapatan anda juga dapat berlipat ganda.

Metode Insersi (Lampiran/Sisipan)

12.  Metode Insersi (Lampiran/Sisipan)
Metode lampiran (insersi), merupakan metode yang baru diperkenalkan belakangan ini. Sehingga metode ini belum begitu dikenaldan populer, tetapi telah sering terlaksana dalam berbagai media dan berdaya guna.
Metode lampiran (insersi), yaitu cara menyajjikan bahan/materi pelajaran dengan cara; inti sari ajaran-ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius diselipkan/disisipkan di dalam mata pelajaran umum (ilmu-ilmu yang bersifat sekuler).
Sifat penyisipan jiwa agama ke dalam mata pelajaran umum, seperti bidang studi hukum, ilmu sosial, ilmu pasti, ilmu sjarah dan bidang-bidang ilmu-ilmu lainnya itu hendaknya disajikan secara halus, sehingga hampir tidak terasa/kentara, bahwa sesungguhnya siswa/mahasiswa telah mendapat suntikan atau santapan rohaniah (agama).
Pelaksanaan pengajaran melalui metode insersi atau lampiran ini dilihat dari segi waktu pelaksanaannya, tidaklah terlalu memakan banyak waktu, sebab disaat berlangsungnya atau berakhirnya pelajaran umum lalu dihubungkan sebentar (2 atau 3 menit), dengan hal-hal yang mengandung nilai agama, baik dengan melalui prolog, melalui cerita mini maupun dengan melalui penguatan dalil logika, yang dapat menggugah semangat dan perhatian siswa/mahasiswa.
Namun yang penting disini, sebagaimana guru dapat merencanakan persiapan mengajar sebaik-baiknya, sebab disini tujuan pokok adalah mengajarkan pelajaran umum. Sedangkan pelajaran agama hanya bersifat sisipan/selipan saja. Guru umum dalam menyajikan pelajaran umum menyisipkan nilai agama disaat ia mengajar umum itu.
Kebaikan metode lampiran/insersi :
  1. Dalam pelaksanaannya, melalui metode ini, tidak banyak memakan waktu. Sebab dengancara menyisipkan secara halus terhadap jiwa agama dalam vak umum, guru hanya memerlukan waktu berkisar, 2 sampai 3 menit saja.
  1. Siswa dengan tanpa disadari, telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berupa agama berupa santapan rohaniah
  2. Merupakan selingan yang bermanfaat, dan bernilai ibadah.
  3. Tidak memerlukan saran/peralatan yang memadai
Keluhan metode ini :
  1. Penyajian pelajaran agama tidak mendalam, karena materi pelajaran agama hanya diberikan sambil lalu
  1. Dapat mengaburkan persepsi anak didik terhadap agama, bila guru tidak pandai membawa murid/siswa kepad pengertian yang jelas. Sebab guru tidak memiliki jiwa agama dan pengetahuan yang cukup. Semestinya sang guru memiliki jiwa agama/motivasi keagamaan yang kuat.
  2. Memerlukan kemahiran dan kejelian dalam membaca situasi kelas, jangan sampai kentara, namun mengena.
  3. Memerlukan perencanaan yang matang. Hal ini merupakan tantangan bagi guru-guru umum, agar dapat memberi napas agama pada tugas-tugas mengajar mereka.
Saran-saran pelaksanaannya :
  1. Sebelum pelajaran disajikan di sekolah, ada dua hal yang perlu diwujudkan oleh seorang guru, yaitu :
  1. Persiapan mengajar yang matang setiap kali pertemuan
  2. Perencanaan yang serasi mengenai situasi dan kondisi kelas dengan materi pelajaran pokok / umum
  1. Menyajikan bahan pelajaran agama tersebut disesuaikan dengan taraf perkembangan dan pemikiran anak didik/mahasiswa
  2. Memerlukan keseungguhan dan penghayatan jiwa agama yang tinggi dari guru yang memegang mata pelajaran umum
Dalam sejarah, metode lampiran/insersi ini telah dipakai sejak zaman Yunani Kuno. Demikian dalam abad pertengahan Immanuel Kant dan Haigel, telah memanfaatkan cara ini dalam mengembangkan misi agama Kristen.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar