SEL
A.
Pengertian sel
Istilah
sel pertama kali dikemukakan oleh Robert Hooke (1635-1703), yang berhasil
mengamati sayatan gabus tutup botol dibawah mikroskop dengan menemukan
ruang-ruang kecil yang bedinding tebal yang disebutnya dengan istilah sel.
Pada
awal abad ke-17, Antonie Van Leuwnhoek menemukan benda-benda aneh di dalam
rendaman air jerami. Pada tahun 1809, Lamark berkesimpulan bahwa setiap makhluk
hidup adalah kumpulan dari sel.
Dari
hasil penemuan tersebut dan perkembangan teknologi mendorong peneliti untuk
melakukan penelitian tentang sel secara terperinci sehingga muncul beberapa
teori tentang sel, antara lain :
a.
Menurut
Jacob Schleiden dan Theodor Schwan
Pada
tahun 1839, Schleiden ahli botani mengadakan pengamatan mikroskopis terhadap
sel tumbuhan. Pada waktu yang bersamaan, T. Schwan melakukan pengamatan yang
sama terhadap sel hewan. Dari hasil pengamatannya mereka menarik kesimpulan
sebagai berikut:
1)
Tiap
makhluk hidup terdiri dari sel
2)
Sel
merupakan unit structural terkecil pada makhluk hidup
3)
Organisme
bersel tunggal terdiri dari sebuah sel, organisme lain yang tersusun lebih dari
satu sel disebut orgnisme bersel banyak
b.
Menurut
Max Schultze
Max
Schultze menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan.
Protoplasma bukan hanya bagian structural sel, tetapi juga merupakan penting
sel sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi kimia kehidupan. Berdasarkan hal
ini muncullah teori yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan fungsional
kehidupan.
c.
Menurut
Rudolph Virchow
Berpendapat
bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (Omnis cellula excellulae)
Penemuan-penemuan
yang mendukung perkembangan teori sel sebagai berikut :
1)
Robert
Brown (1812), menemukan benda kecil terapung dalam cairan sel yang ia sebut nukleus.
2)
Felix
Durjadin(1835), beranggapan bahwa bagian terpenting sel adalah cairan sel yang
disebut protoplasma.
3)
Johanes
Purkinye (1787-1869), orang pertama yang mengajukan istilah protoplasma untuk
menamai bahan embrional sel telur.
B.
Struktur dan Fungsi Bagian-bagian Sel
Berdasarkan
organisasi internalnya, sel dibedakan menjadi dua yaitu sel prokariotik dan sel
eukariotik. Disebut sel prokariotik jika inti selnya tidak dibatasi selaput
(tidak memiliki membrane inti), misalnya ganggang biru dan bakteri. Disebut
eukariotik jika sudah mempunyai membrane inti (selaput inti), misalnya hewan
dan tumbuhan.
Sel
biasanya mempunyai satu inti, tetapi sel dewasa bisa mengalami perubahan.
Misalnya sel tapis pada floem, dalam perkembangannya inti menghilang.
Sebaliknya, ada juga sel yang mempunyai lebih dari satu inti, misalnya pada latisfer.
Bentuk
dasar sel adalah polyhedral (14 sisi). Pada jaringan tumbuhan juga ditemukan
sel dengan sisi 12, 13, 15, 16 atau lebih. Sebagai hasil bertambahnya volume
sel selama pertumbuhan, jumlah permukaan dinding meningkat lebih dari 14
(jumlah sisi selnya lebih dari 14). Hal ini menyebabkan berkembangnya ruang
antarsel karena tidak semua sel dapat kontak dengan sel tetangganya. Ruang
antar sel ini dapat berkembang dengan tiga cara berikut :
1.
Perkembangan
secara skizogen, yaitu berpisah dari
dinding sel tetangganya, seperti perkembangan duktus resin pada pinus.
2.
Perkembangan
secara lisigen, yaitu terjadi penguraian sel sehingga terbentuk
ruangan seperti rongga minya pada kulit buah Citrus.
3.
Perkembangan
secara skizolisigen, yaitu perpaduan
antara perkembangan secara skizogen dan lisigen.
Sel muda di daerah
pertumbuhan relatif kecil. Setelah dewasa, ukuran dan bentuknya berkembang
sesuai dengan fungsi fisiologinya. Sel dalam kelompok mulai berbeda posisi
serta bentuknya, tetapi hubungan antara dinding sel yang satu dan dinding sel
tetangganya tidak berubah dan tidak dibentuk daerah baru utuk kotak dinding
sel. Tipe pertumbuhan seperti ini disebut pertumbuhan
simplastis. Dapat juga berbentuk celah bebas di sepanjang sel sehingga
membentuk daerah baru untuk kontak dinding sel. Tipe pertumbuhan seperti ini
disebut pertumbuhan intrusif, yang
secara sementara kehilangan lamela tengah antarsel di daerah pertumbuhan. Komponen
utama sel tumbuhan ialah dinding sel,
sitoplasma, dan nukleus. Sitoplasma meliputi mitokondria,
retikulum endoplasma, apparatus golgi, plastid, mikrobadan, ribosom, sferosom, mikrotobula, vakuola, dan zat-zat ergastik.
a.
Dinding Sel
Fungsi
utama dinding sel adalah melindungi organel sel sebelah dalam, member bentuk
sel karena dinding sel yang bersifat kaku, absorbs serta transport air dan
mineral. Jaringan tepi dinding sel berisi bahan yang melindungi sel dibawahnya
dari kekeringan. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong mekanis organ
tumbuhan, khususnya pada dinding tebal. Dinding sel memengaruhi metabolism
penting jaringan tumbuhan, seperti penyerapan, transpirasi, translokasi, dan
sekresi.
Bahan
utama penyusun dinding sel adalah selulosa. Berdasarkan perkembangan dan
struktur jaringan tumbuhan, dapat dibedakan tiga lapisan dinding sel, yaitu :
-
Lamela
tengah atau lapisan antarsel atau senyawa antarsel. Terdapat di antara dua
dinding primer dari dua sel yang merupakan senyawa yang tanpa bentuk (amorf).
Lamella tengah terutama terdiri atas pektin.
-
Dinding
primer, adalah dinding sel pertama yang berkembang pada sel baru. Dinding
primer merupakan bagian dinding sel yang berkembang dalam sel selama sel masih
mengadakan pertumbuhan.
-
Dinding
sekunder, dibentuk di sebelah dalam dinding primer
b.
Sitoplasma
Sitoplasma
merupakan bagian dari protoplas. Secara fisik, sitoplasma merupakan senyawa yang
liat dan agak bening jika terkena sinar yang dapat dilihat. Secara kimia,
struktur sitoplasma sangat rumit dan komponen utamanya terdiri atas 85-90% air.
Aliran sitoplasma seringkali dapat dilihat dengan mikroskop cahaya pada sel
hidup.
Antara
sitoplasma dan dinding sel dibatasi oleh suatu unit selaput yang disebut plasmalema. Vakuola dibatasi oleh unit
selaput lain yang disebut tonoplas.
Pada plasmalena sering terdapat lipatan yang membentuk sistem evaginasi yang
berbentuk tabung. Dalam mikroskop elektron, evaginasi dengan bagian sitplasma
di dalamnya tampak sebagai kantong dan pembuluh antara plasmalema dan dinding
sel, yang seringkali tampak sebagai struktur multi vesicular.
c.
Organela Sel
1.
Inti
Sel
Fungsi
utama inti sel adalah mengendalikan aktivitas sel dan menyimpan informasi
genetik. Inti biasanya agak bulat, dibungkus suatu selaput dan berisi cairan
inti, yaitu nukleoplasma. Di dalam
nukleoplasma terdapat kromosom yang berisi DNA dan protein. Kompleks DNA dan
protein yang mempunyai daya ikat pewarnaan dasar disebut kromatin. Pada tahap pemampatan, massa kromatin di bagian dalam
dengan pengecatan akan terlihat dalam cairan inti. Kromatin ini disebut heterokromatin. Kromatin di sebelah luar
heterokromatin disebut eurokromatin.
Selama interfase terjadi sintesis DNA sebagai proses replikasi kromosom.
Dinding inti terdiri atas dua unit selaput. Ruangan sempit di antara kedua unit
selaput ini disebut ruang per-inti (perinuclear
space).
Di dalam inti
terdapat anak inti (nukleolus) yang
berbentuk butiran dan serabut, dan tidak dibatasi oleh selaput. Anak inti berisi
RNA, DNA, dan protein.
2.
Retikulum
Endoplasma
Fungsi
utama retikulum endoplasma adalah sebagai tempat sintesis protein dan sebagai
pengangkut materi yang terbentuk. Retikulum endoplasma merupakan struktur rumit
yang terdiri atas dua unit selaput yang membatasi daerah sempit diantaranya.
Bentuk khusus RE di dalam sitoplasma merupakan plasmodemata, dan menembus
dinding sel tetangganya. Bagian RE yang terdapat di tengah plasmodesmata dalam
bentuk tabung disebut desmotubule.
RE
yang permukaannya ditempeli ribosom disebut retikulum endoplasma kasar (RE
granular), sementara RE yang permukaannya tidak ditempeli ribosom disebut
retikulum endoplasma halus (RE agranular). Dalam beberapa hal, RE berperan
dalam pembentukan dinding sel dan sekresi. Sisterna RE dapat membesar untuk
menyimpan protein maupun produk lain.
3.
Badan
golgi
Fungsi
utama badan golgi adalah membentuk lisosom. Badan golgi terdiri atas
suatusistem tumpukan sisterna bulat pipih yang masing-masing dibatasi oleh unit
selaput halus. Setiap tumpikan disebut badan Golgi atau diktiosom (dictyosome). Bentuk batas tepi sisterna
sederhana. Di dekat ujung sisterna yang membesar biasanya terdapat sejumlah
kantong kecil yang mempunyai tangkai dari bagian tepi sisterna. Badan golgi
juga berperan dalam proses sekresi dan mempunyai struktur kutub.

id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel
4.
Mitokondria
Fungsi
utama mitikondria adalah sebagai tempat respirasi sel. Mitokondria adalah
organel sel yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya pada sel hidup yang di
warnai dengan Janus green B. Unit
selaput bagian luar halus, member bentuk pada mitokondria. Unit selaput bagian
dalam membentuk Krista, yaitu invaginasi ke dalam matriks. Mitokondria
bertanggung jawab pada proses penyediaan energy dan mengandung banyak enzim,
terutama enzim untuk daur krebs. Mitokondria banyak terdapat dalam sel yang
tinggi keaktifannya, misalnya sel kelenjar.
5.
Plastid
Fungsi
utama plastid adalah menyimpan cadangan makanan dan untuk fotosintesis karena
mengandung zat hujau daun (klorofil). Plastida adalah organel yang khas pada
sel tumbuhan dan tidak terdapat pada sel hewan. Plastida yang paling penting
adalah kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.

id.wikipedia.org/wiki/Plastida
-
Kloroplas
Adalah
plastid berwarna hijau karena pigmen yang dominan adalah klorofil. Semua tipe
plastida merupakan turunan dari badan yang sangat kecil, yang disebut proplastida, yang terdapat di dalam sel
meristem. Selaput di luar halus, memberi bentuk pada plastida, sedangkan
selaput dalam membentuk kantong pipih yang disebut tilakoid. Di bagian dalam plastid terdapat matriks yang mengandung
protein, disebut stroma.
-
Kromoplas
Biasanya
berwarna kuning, orange, atau merah karena adanya pigmen karotenoid. Kromoplas
banyak ditemukan pada mahkota bunga, buah masak, dan beberapa akar (misalnya
wortel).
Bentuk
dan ukuran kromoplas sangat besar. Kromoplas seringkali merupakan turunan dari
kloroplas, tetapi dapat juga berkembang secara langsung dari proplastida.
Kromoplas dalam kebanyakan tumbuhan dapat berdiferensiasi baik menjadi
kloroplas (misalnya pada akar wortel, terutama pada pangkal akar yang tertutup
tanah).
-
leukoplas
Adalah
plastida yang tidak mengandung pigmen, dan biasanya terdapat dalam jaringan
yang tidak terkena sinar. Leukoplas banyak digunakan untuk menyimpan hasil
metabolism. Berdasarkan perananya sebagai penyimpan hasil metabolism, ada
beberapa macam leukoplas, yaitu amiloplas (leukoplas penyimpan tepung), proteinoplas
(leukoplas penyimpan protein), dan elaioplas (leukoplas penyimpan lemak).
6.
Badan
Mikro
Fungsi
utama badan mikro adalah menguraikan racun dan mengubah lemak menjadi gula. Badan
mikro terdapat di dalam sitoplasmaberbagai jaringan. Badan mikro dibatasi oleh
suatu selaput tunggal dengan matriks berbutir atau serabut. Di dalamnya
terdapat berbagai enzim sesuai tipe maupun tempat sel atau jaringan tersebut.
7.
Ribosom
Fungsi
utama ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein. Ribosom terdapat bebas di
dalam sitoplasma di luar selaput RE dan di dalam inti, kloroplas, dan
mitokondria. Ribosom yang mengumpul dalam suatu kelompok disebut poliribosom.
8. Sferosom
Merupakan
badan lemak yang bulat dan tampak gelap setelah difiksasi dengan osmium
tetroksida.
9.
Mikrotubula
Mikrotubula
berbentuk lurus, memanjang, kosong, dan tersusun atas subunit protein membulat
(globular). Mikrotubula terdapat di bagian tepi sitoplasma, dekat dengan
dinding sel yang masih tumbuh dan tipis, dalam mitosis dan meiosis, dan dalam fragmoplas
yang terdapat di dalam sel anak pada waktu telofase.
10. Vakuola
Lebih
dari 90% volume sel tumbuhan dewasa berupa vakuola. Vakuola adalah rongga
(ruangan) sel yang berair yang dikelilingi oleh selaput, yang disebut tonoplas. Vakuola berisi berbagai bahan
organic dan anorganik.
Vakuola
berungsi mengatur air atau cairan di dalam sel, misalnya dalam osmoregulasi,
penyimpanan, dan dalam pencernaan. Di dalam vakuola terdapat enzim pencernaan
yang dapat memecah komponen sitoplasma dan metabolit.
11. Senyawa Ergastik
Senyawa
ergastik adalah bahan cadangan yang dihasilkan dari sisa sel, misalnya zat
tepung, protein, minyak, lemak, dan lilin, Kristal dan badan silika, serta
tanin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar