Definisi Fluida
Berbagai
macam pengertian dari fluida diantaranya yaitu
Fluida adalah zat yang dapat mengalami perubahan bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser walaupun relatif kecil. Gaya geser adalah komponen gaya yang menyinggung permukaan dan jika dibagi dengan luas permukaan tersebut menjadi tegangan geser rata-rata pada permukaan itu.
Fluida adalah zat yang dapat mengalami perubahan bentuk secara kontinu bila terkena tegangan geser walaupun relatif kecil. Gaya geser adalah komponen gaya yang menyinggung permukaan dan jika dibagi dengan luas permukaan tersebut menjadi tegangan geser rata-rata pada permukaan itu.
Fluida adalah
gugusan yang tersusun atas molekul-molekul dengan jarak pisah yang besar untuk
gas dan kecil untuk zat cair. Molekul-molekul itu tidak terikat pada suatu
kisi, melainkan saling bergerak bebas terhadap satu sama lain.
Fluida adalah
benda yang dapat mengalami perubahan bentuk secara terus menerus karena gaya
gesek yang bekerja terhadapnya.
Fluida merupakan zat yang dapat mengalir yang mempunyai partikel yang mudah bergerak dan berubah bentuk tanpa pemisahan massa. Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang.
Fluida merupakan zat yang dapat mengalir yang mempunyai partikel yang mudah bergerak dan berubah bentuk tanpa pemisahan massa. Ketahanan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil sehingga fluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang.
Fluida
memilik sifat tidak menolak terhadap perubahan bentuk dan kemampuan untuk
mengalir (atau umumnya kemampuannya untuk mengambil bentuk dari wadah mereka).
Sifat ini biasanya dikarenakan sebuah fungsi dari ketidakmampuan mereka
mengadakan tegangan geser(shear stress) dalam ekuilibrium statik.
Konsekuensi dari sifat ini adalah hukum
Pascal yang menekankan pentingnya tekanan dalam
mengkarakterisasi bentuk fluid. Dapat disimpulkan bahwa fluida adalah zat atau
entitas yang terdeformasi secara berkesinambungan apabila diberi tegangan geser
walau sekecil apapun tegangan geser itu.
Fluid dapat dikarakterisasikan
sebagai:
- bergantung dari cara "stress"
bergantung ke "strain" dan turunannya.
Fluida juga dibagi menjadi
cairan dan gas. Cairan membentuk permukaan bebas (yaitu, permukaan yang tidak
diciptakan oleh bentuk wadahnya), sedangkan gas tidak.
id.wikipedia.org/wiki/Fluida -
23k - Cached
Mekanika fluida

Mekanika fluida adalah subdisiplin dari mekanika kontinum yang
mempelajari fluida
(yang dapat berupa cairan dan gas). Mekanika fluida dapat dibagi menjadi fluida
statik dan fluida dinamik. Fluida statis mempelajari fluida pada keadaan diam
sementara fluida dinamis mempelajari fluida yang bergerak.
Dinamika fluida
Dinamika fluida adalah subdisiplin dari mekanika
fluida yang mempelajari fluida bergerak. Fluida terutama cairan dan gas. Penyelsaian dari
masalah dinamika fluida biasanya melibatkan perhitungan banyak properti dari
fluida, seperti kecepatan, tekanan, kepadatan, dan suhu, sebagai fungsi ruang dan waktu. Disiplini ini memiliki
beberapa subdisiplin termasuk aerodinamika
(penelitian gas) dan hidrodinamika (penelitian cairan). Dinamika fluida
memliki aplikasi yang luas. Contohnya, ia digunakan dalam menghitung gaya dan moment pada pesawat, mass flow rate dari petroleum
dalam jalur pipa, dan perkiraan pola cuaca, dan bahkan teknik lalu
lintas, di mana lalu lintas diperlakukan sebagai fluid yang berkelanjutan.
Dinamika fluida menawarkan struktur matematika yang membawahi disiplin praktis
tersebut yang juga seringkali memerlukan hukum empirik dan semi-empirik,
diturunkan dari pengukuran arus, untuk
menyelesaikan masalah praktikal.
Tekanan dalam Fluida
Konsep Tekanan pada
Fluida
Dalam ilmu fisika, Tekanan
diartikan sebagai gaya per satuan luas, di mana arah gaya tegak lurus dengan
luas permukaan. P = tekanan, F = gaya dan A = luas permukaan. Satuan gaya (F) adalah Newton
(N), satuan luas adalah meter persegi (m2). Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka
satuan tekanan adalah N/m2. Nama lain dari N/m2 adalah
pascal (Pa). Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati om Blaise
Pascal. Kita akan berkenalan lebih dalam dengan om Pascal pada pokok bahasan Prinsip
Pascal.
Ketika kita membahas Fluida,
konsep Tekanan menjadi sangat penting. Ketika fluida berada dalam keadaan
tenang, fluida memberikan gaya
yang tegak lurus ke seluruh permukaan kontaknya. Misalnya kita tinjau air yang
berada di dalam gelas; setiap bagian air tersebut memberikan gaya dengan arah tegak lurus terhadap dinding
gelas. jadi setiap bagian air memberikan gaya
tegak lurus terhadap setiap satuan luas dari wadah yang ditempatinya, dalam hal
ini gelas. Demikian juga air dalam bak mandi atau Air kolam renang. Ini
merupakan salah satu sifat penting dari fluida statis alias fluida yang sedang
diam. Gaya per
satuan luas ini dikenal dengan istilah tekanan.
Mengapa pada fluida diam arah
gaya selalu tegak lurus permukaan Hukum III Newton yang pernah kita pelajari
mengatakan bahwa jika ada gaya aksi maka akan ada gaya reaksi yang besarnya
sama tetapi berlawanan arah. Ketika fluida memberikan gaya
aksi terhadap permukaan, di mana arah gaya tidak
tegak lurus, maka permukaan akan memberikan gaya reaksi yang arahnya juga tidak tegak
lurus. Hal ini akan menyebabkan fluida mengalir. Tapi kenyataannya khan fluida
tetap diam. Jadi kesimpulannya, pada fluida diam, arah gaya selalu tegak lurus permukaan wadah yang
ditempatinya.
Sifat penting lain dari fluida
diam adalah fluida selalu memberikan tekanan ke semua arah.Untuk lebih memahami
penjelasan ini, silahkan masukan sebuah benda yang bisa melayang ke dalam gelas
atau penampung (ember dkk) yang bersisi air. Jika air sangat tenang, maka benda
yang anda masukan tadi tidak bergerak karena pada seluruh permukaan benda
tersebut bekerja tekanan yang sama besar. Jika tekanan air tidak sama besar
maka akan ada gaya
total, yang akan menyebabkan benda bergerak (ingat hukum II
Newton)
Pengaruh kedalaman
terhadap Tekanan
Pada penjelasan di atas,
gurumuda sudah menjelaskan kepada dirimu tentang dua sifat fluida statis
(fluida diam), yakni memberikan tekanan ke segala arah dan gaya yang disebabkan oleh tekanan fluida
selalu bekerja tegak lurus terhadap permukaan benda yang bersentuhan dengan
fluida tersebut. Ilustrasi yang kita gunakan adalah zat cair (air). Nah,
bagaimana pengaruh kedalaman (atau ketinggian) terhadap tekanan ? apakah
tekanan air laut pada kedalaman 10 meter sama dengan tekanan air laut pada
kedalaman 100 meter, misalnya ?
Semua penyelam akan setuju bahwa
tekanan di danau atau di lautan akan bertambah jika kedalamannya bertambah. Semakin
dalam menyelam, perbedaan tekanan akan membuat telinga kita sakit. Agar kamu lebih
memahami, mari kita tinjau tekanan air pada sebuah wadah sebagaimana tampak
pada gambar. Tinggi kolom cairan adalah h dan luas penampangnya A.
Bagaimana tekanan air di dasar wadah ? Pa = tekanan atmosfir. Pada
gambar di atas tidak digambarkan Pa, tapi dalam kenyataannya, bila wadah yang
berisi air terbuka maka pada permukaan air bekerja juga tekanan atmosfir yang
arahnya ke bawah. Tergantung permukaan wadah terbuka ke mana. Jika permukaan
wadah terbuka ke atas seperti pada gambar di atas, maka arah tekanan atmosfir
adalah ke bawah. Mengenai tekanan atmosfir selengkapnya bisa dibaca pada penjelasan
selanjutnya.
Berdasarkan persamaan di atas,
tampak bahwa tekanan berbanding lurus dengan massa jenis dan kedalaman zat cair (percepatan
gravitasi bernilai tetap). Jika kedalaman zat cair makin bertambah, maka
tekanan juga makin besar. Ingat bahwa cairan hampir tidak termapatkan akibat
adanya berat cairan di atasnya, sehingga massa
jenis cairan bernilai konstan di setiap permukaan. Jika perbedaan ketinggian
sangat besar (untuk laut yang sangat dalam), massa jenis sedikit berbeda. Tapi jika
perbedaan ketinggian tidak terlalu besar, pada dasarnya massa jenis zat cair sama (atau perbedaanya
sangat kecil sehingga diabaikan).
Kita juga bisa menggunakan
persamaan di atas untuk menghitung perbedaan tekanan pada setiap kedalaman yang
berbeda.
Tekanan Atmosfir (Tekanan Udara)
Sadar atau tidak setiap hari
kita selalu “diselimuti” oleh udara. Ketika kita menyelam ke dalam air, semua
bagian tubuh kita diselubungi oleh air. Semakin dalam kita menyelam, semakin
besar tekanan yang kita rasakan. Nah, sebenarnya setiap hari kita juga
diselubungi oleh atmosfir yang selalu menekan seluruh bagian tubuh kita seperti
ketika kita berada di dalam air. Seperti pada air laut, permukaan bumi bisa
kita ibaratkan dengan “dasar laut” atmosfir. Jika benar atmosfir juga menekan
seluruh bagian tubuh kita setiap saat, mengapa kita tidak merasakannya,
sebagaimana jika kita berada di dasar laut ? jawabannya adalah karena sel-sel
tubuh kita mempertahankan tekanan dalam yang besarnya hampir sama dengan
tekanan luar. Hal ini yang membuat kita tidak merasakan efek perbedaan tekanan
tersebut.
Pada pembahasan sebelumnya,
telah dijelaskan bahwa kedalaman zat cair mempengaruhi besarnya tekanan zat
cair tersebut. Semakin dalam lautan, semakin besar tekanan air laut pada
kedalaman tertentu. Bagaimana dengan atmosfir alias udara ?
Sebagaimana setiap fluida,
tekanan atmosfir bumi juga berubah terhadap kedalaman (atau ketinggian). Tetapi
tekanan atmosfir bumi agak berbeda dengan zat cair. Perubahan massa
jenis zat cair sangat kecil untuk perbedaan kedalaman yang tidak sangat besar,
sehingga massa
jenis zat cair dianggap sama. Hal ini berbeda dengan massa jenis atmosfir bumi. Massa jenis atmosfir bumi bervariasi cukup
besar terhadap ketinggian. Massa
jenis udara di setiap ketinggian berbeda-beda sehingga kita tidak bisa
menghitung tekanan atmosfir menggunakan persamaan yang telah diturunkan di
atas. Selain itu tidak ada batas atmosfir yang jelas dari mana h dapat dukur.
Tekanan atmosfir juga bervariasi terhadap cuaca. Jika demikian, bagaimana kita
mengetahui besarnya tekanan udara ? untuk mengetahui tekanan atmosfir, kita
melakukan pengukuran.
Pengukuran Tekanan
Evangelista Torricelli (1608-1647),
membuat suatu metode alias cara untuk mengukur tekanan atmosfir pada tahun 1643
menggunakan barometer air raksa hasil karyanya. Barometer tersebut berupa
tabung kaca yang panjang, di mana dalam tabung tersebut diisi air raksa. Nah,
tabung kaca yang berisi air raksa tersebut dibalik dalam sebuah piring yang
juga telah diisi air raksa.
Ketika tabung kaca yang berisi
air raksa dibalik maka pada bagian ujung bawah tabung (pada gambar terletak di
bagian atas) tidak terisi air raksa, isinya cuma uap air raksa yang tekanannya
sangat kecil sehingga diabaikan (p2 = 0). Pada permukaan air raksa
yang berada di dalam piring terdapat tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah
(atmosfir menekan air raksa yang berada di piring). Tekanan atmosfir tersebut
menyanggah kolom air raksa yang berada dalam pipa kaca. Pada gambar, tekanan
atmosfir dilambangkan dengan po.
Bagaimana nilai tekanan atmosfir
di atas diperoleh ?
Pengkurannya menggunakan prinsip
yang telah ditunjukan oleh paman torricelli di atas. Tinggi kolom air raksa
yang digunakan adalah 76 cm (tekanan atmosfir hanya dapat menahan kolom air
raksa yang tingginya hanya mencapai 76,0 cm), di mana suhu air raksa yang
digunakan tepat 0o C dan besarnya percepatan gravitasi 9,8 m/s2.
massa jenis air
raksa pada kondisi ini adalah 13,6 x 103 kg/m3. Sekarang
kita bisa menghitung besarnya tekanan atmosfir :
Alat pengukur tekanan
Terdapat banyak alat yang
digunakan untuk mengukur tekanan, di antaranya adalah manometer tabung
terbuka.
Pada manometer tabung terbuka,
di mana tabung berbentuk U, sebagian tabung diisi dengan zat cair (air raksa
atau air). Tekanan yang terukur dihubungkan dengan perbedaan dua ketinggian zat
cair yang dimasukan ke dalam tabung.
Selain manometer, terdapat juga
pengukur lain yakni barometer aneroid, baik mekanis maupun elektrik, termasuk
alat pengukur tekanan ban dkk. Alat yang digunakan oleh paman torricelli untuk
mengukur tekanan atmosfir disebut juga barometer air raksa, di mana tabung kaca
diisi penuh dengan air raksa kemudian dibalik ke dalam piring yang juga berisi
air raksa.
Tekanan Terukur, Tekanan
gauge dan Tekanan absolut
Biasanya para montir menggunakan
alat ukur tekanan udara. Hal ini membantu agar tekanan udara ban tidak
kurang/melebihi batas yang ditentukan. Ketika montir tersebut mengisi udara
dalam ban, yang mereka ukur adalah tekanan udara dalam ban saja. Tekanan
atmosfir tidak diperhitungkan. Bukan hanya ketika mengukur tekanan udara dalam
ban, bola sepak dkk tetapi juga sebagian besar pengukuran tekanan lainnya,
tekanan atmosfir tidak diukur. Tekanan yang dikur tersebut dinamakan tekanan
terukur. Lalu apa bedanya dengan tekanan absolut ?
Tekanan absolut = tekanan
atmosfir + tekanan terukur. Jadi untuk mendapatkan tekanan absolut, kita
menambahkan tekanan terukur dengan tekanan atmosfir. Dengan kata lain, tekanan
absolut = tekanan total. Secara matematis bisa ditulis :
p = pa + pukur
Ada satu lagi istilah, yakni tekanan
gauge alias tekanan tolok. Tekanan gauge merupakan
kelebihan tekanan di atas tekanan atmosfir. Misalnya kita tinjau tekanan ban
sepeda motor. Ketika ban sepeda motor kempes, tekanan dalam ban = tekanan
atmosfir (Tekanan atmosfir = 1,01 x 105 Pa = 101 kPa). Jika
kita ingin mengunakan ban tersebut sehingga sepeda motor yang “ditunggangi”
bisa kebut-kebutan di jalan, maka dirimu harus mengisi ban tersebut dengan
udara. Ketika ban diisi udara, tekanan ban pasti bertambah. Ketika tekanan ban
menjadi lebih besar dari 101 kPa, maka kelebihan tekanan tersebut disebut juga
tekanan gauge.
Fluida
Statis
TEKANAN HIDROSTATIS
Tekanan hidrostatis
( Ph) adalah tekanan yang dilakukan zat cair pada bidang
dasar tempatnya.
PARADOKS
HIDROSTATISGaya yang bekerja pada dasar sebuah bejana tidak tergantung pada bentuk bejana dan jumlah zat cair dalam bejana, tetapi tergantung pada luas dasar bejana ( A ), tinggi ( h ) dan massa jenis zat cair ( r )
dalam bejana.
|
Ph = r g h
Pt = Po + Ph F = P h A = r g V |
r = massa jenis zat cair
h = tinggi zat cair dari permukaan g = percepatan gravitasi Pt = tekanan total Po = tekanan udara luar |
![]() |
Tekanan yang dilakukan pada zat cair akan diteruskan ke semua arah sama.
P1 = P2 ® F1/A1 = F2/A2
HUKUM ARCHIMEDES
Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan.
Tiga keadaan benda di dalam zat cair:
|
a.
tenggelam: W>Fa
Þ rb >
rz
b. melayang: W = Fa Þ rb = rz c. terapung: W=Fa Þ rb.V=rz.V' ; rb<rz |
|
Fa = gaya ke atas = rz . V' . g
rb = massa jenis benda
rz = massa jenis fluida
V = volume benda
V' = volume benda yang berada dalam fluida
Akibat adanya gaya ke atas ( Fa ), berat benda di dalam zat cair (Wz) akan berkurang menjadi:
Wz = W - Fa
Wz = berat benda di dalam zat caiR
TEGANGAN PERMUKAAN
Tegangan permukaan ( g) adalah besar gaya ( F ) yang dialami pada permukaan zat cair persatuan panjang(l)
g = F / 2l
KAPILARITAS
Kapilaritas ialah gejala naik atau turunnya zat cair ( y ) dalam tabung kapiler yang dimasukkan sebagian ke dalam zat cair karena pengarah adhesi dan kohesi.
y = 2 g cos q / r g r
y = kenaikan/penurunan zat cair pada pipa (m)
g = tegangan permukaan (N/m)
q = sudut kontak (derajat)
p = massa jenis zat cair (kg / m3)
g = percepatan gravitas (m / det2)
r = jari-jari tabung kapiler (m)
bebas.vlsm.org/v12/sponsor/.../Praweda/Fisika/0276 Fis-1-4a.htm - 21k
–
Hubungan dengan mekanika kontinum
Mekanika fluida biasanya
dianggap subdisiplin dari mekanika kontinum, seperti yang diilustrasikan pada
tabel berikut.
|
Mekanika kontinum:
studi fisika dari material kontinu
|
Mekanika solid: studi
fisika dari material kontinu dengan bentuk tertentu.
|
Elastisitas:
menjelaskan material yang kembali ke bentuk awal setelah diberi tegangan.
|
|
|
Plastisitas: menjelaskan
material yang secara permanen terdeformasi setelah diberi
tegangan dengan besar tertentu.
|
Reologi: studi material yang
memiliki karakteristik solid dan fluida.
|
||
|
Mekanika
fluida: studi fisika dari material kontinu yang
bentuknya mengikuti bentuk wadahnya.
|
|||
Dalam pandangan secara mekanis,
sebuah fluida adalah suatu substansi yang tidak mampu menahan tekanan
tangensial. Hal ini menyebabkan fluida pada keadaan diamnya berbentuk mengikuti
bentuk wadahnya.
APLIKASI DALAM PERTANIAN
Dalam lingkup pertanian, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan
pemahaman karakristik zat air sangatlah banyak. : hujan, gerakan udara sebagai
angin, evapotranspirasi, irigasi, Pembendungan sungai, embung, kolam. Demikian
pula penggunaan pompa baik untuk irigasi (pompa air) maupun pompa bahan bakar,
dan pelumas, sistem kompresor bahan bakar atau kompresor udara dalam suatu
sistem mesin juga membutuhkan pemahaman tentang karakteristik aliran zat alir.
ANALISA
GETARAN PADA SAMBUNGAN PERPIPAAN DENGAN BUTTERFLY VALVE AKIBAT PENGARUH KECEPATAN
Keberadaan pabrik amonia sangat
diperlukan dalam menjalankan perannya dalam menyediakan pupuk agar proses
pertanian terus berjalan seiring dengan visi dan misi pemerintah dalam mencapai
ketahanan pangan. Dalam tugas akhir ini dilakukan sebuah analisa getaran pada
sambungan perpipaan dengan butterfly valve akibat pengaruh kecepatan fluida
synthesis gas Amonia pada beberapa variasi sudut penutupan disk valve yaitu
15º, 30º, 45º, 60º, dan 75º. Untuk keperluan torsional vibration,
dilakukan pemodelan butterfly valve dengan perubahan disk valve berdasarkan
variasi sudut yang ditentukan kemudian mensimulasikannya atas pengaruh momen
torsi yang timbul dari adanya gaya momentum fluida yang ditinjau pada ujung up
stream dan downstream disk valve. Dari simulasi didapatkan nilai deformasi
maksimum pada disk valve, sehingga dapat dihitung torsional stiffness. Dengan
memasukkan torsional stiffness pada persamaan Hukum Newton II, maka bisa
diperoleh frekuensi natural. Hasil yang didapat ialah perpindahan disk
butterfly valve (ke arah z) sebesar 3,66x10-3 m dengan kecepatan sebesar
27,61014636 m/s telah berada pada kondisi getaran yang kasar menurut diagram
level getaran dengan kecepatan izinnya sebesar 3,9878x10-3 m/s .Untuk itu
disarankan operasional kompresor pada putaran 3690 rpm.atau mengganti diameter
poros valve menjadi 11 cm serta tebal disk valve menjadi 6,6 cm. Sehingga
getaran yang timbul boleh masuk kriteria cukup baik.
Daftar pustaka
Streeter, Victor
L.1999.Mekanika Fluida.Jakarta:Erlangga
http://nationalinks.blogspot.com/2009/03/definisi-fluida.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Mekanika_fluida
http://digilib.its.ac.id/detil.php?id=4574
bebas.vlsm.org/v12/sponsor/.../Praweda/Fisika/0276
Fis-1-4a.htm - 21k
id.wikipedia.org/wiki/Fluida -
23k - Cached

Tidak ada komentar:
Posting Komentar