Senin, 21 Juli 2014

JARINGAN PARENKIM



Jaringan parenkim
A.     Fungsi Jaringan Parenkim
            Jaringan parenkim merupakan jaringan  yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan yang lain. Disebut juga jaringan dasar karena terbentuk dari meristem yang terdapat hamper di semua tumbuhan dan mengisi jaringan tumbuhan baik pada akar, batang, daun, biji maupun buah. Ciri-ciri jaringan parenkim yaitu:
1.      Terletak di sebelah dalam epidermis
2.      Selnya berbentuk persegi banyak
3.      Banyak mengandung rongga antarsel
4.      Sel umumnya berukuran besar dan berdinding tipis
5.      Sel hidup dan mengandung klorofil
6.      Banyak mengandung vakuola
Parenkima dari tubuh tumbuhan primer berkembang dari meristem dasar, dan yang dihubungkan dengan unsur pembuluh dari prokambium atau kambium. Felogen pada kebanyakan tumbuhan juga menghasilkan parenkima (feloderma). Parenkima terdiri atas sel hidup dengan bentuk dan fungsi fisiologik yang berlain-lainan.
Sel parenkima masih mampu membelah, bahkan pada sel dewasa. Mereka memainkan peranan penting dalam proses menutup luka dan regenerasi. Sel parenkim dewasa dapat menghasilkan keaktifan meristematis jika lingkungannya sengaja diubah. Secara filogenetik, parenkima tubuh primer di anggap sebagai jaringan primitif, karena pada tumbuhan multisel tingkat rendahhanya terdiri atas jaringan parenkim saja. Secara ontogen, parenkim dapat juga dianggap primitif karena selnya secara morfologi sama dengan sel meristem.
Dinding sel parenkim dasar, termasuk mesofil daun, relatif tipis, dan dikelompokkan sebagai dinding primer. Lamella tengah ada yang dapat dikenali, ada yang tidak. Pada dinding biasanya terdapat plasmodesmata yang seringkali terpusat dalam noktah primer yang seringkali tersebar pada dinding.

B.    Bentuk dan Susunan Sel Parenkima
Kebanyakan sel parenkima berbentuk polyhedron dan diameternya pada bidang berlainan lebih kurang sama tetapi lazim juga banyak bentuk yang lain. Sel parenkima yang memanjang didapati pada jaringan palisade daun, pada jejari medulla, dan lainnya. Sel bercuping didapati pada mesofil bunga karang dan pada parenkima palisade Lilium. Sel parenkima berbentuk bintang terdapat pada batang tumbuhan dengan rongga udara yang berkembang sempurna.
Jaringan parenkimatik dewasa dapat tersusun padat dan tanpa rongga interselular atau mungkin mempunyai system rongga interselular yang berkembang sempurna. Sebagai contoh, parenkima endosperma kebanyakan biji tidak atau hamper tidak memiliki rongga interselular, sedangkan pada batang dan daun hidrofit rongga interselular itu mencapai perkembangan maksimal.
Perkembangan rongga interselular terjadi baik secara skizogen maupun lisigen. Perkembangan secara skizogen berjalan sebagai berikut: pada waktu dinding primer yang terbentuk antaradua sel baru maka lamella tengah antara kedua dinding sel barunya itu hanya berhubungan dengan dinding primer sel induknya dan bukan dengan lamella tengah di antara sesamanya dan sel tetangganya. Rongga kecil berkembang dan disini lamella tengah baru itu berhubungan dengan dinding sel induknya. Bagian dinding sel induk yangberhadapan denga rongga kecil ini akan mengalami disintegrasi dan dengan demikian membentuk rongga interselular yang dapat diperbesar dengan terbentuknya rongga serupa pada sel tetangga. Rongga interselular ini dilapisi dengan bahan dari lamella tengah. Rongga interselular ini mungkin dapat di perbesar lanjut dengan dengan pembelahan sel-sel di sekelilingnya dalam bidang yang tegak lurus terhadap lingkar rongga tersebut. Saluran resin coniferae dan saluran sekresi Compositae terbentuk secara skizogen.
Rongga interselular lisigen terbentuk melalui disintegrasi seluruh sel. Contoh rongga interselular lisigen adalah ialah rongga besar pada tumbuhan air, pada akar beberapa monokotiledon dan pada saluran resin primer Mangifera indica.

C.    Struktur dan Isi Sel Parenkima
Kebanyakan sel parekima, misalnya yang mengandung kloroplas dan yang berfungsi sebagai sel penyimpanan, biasanya mempunyai dinding primer tipis, tetapi didapati pula sel parenkima dengan primer yang tebal. Sel parenkima penyimpanan tertentu, seperti misalnyaendosperma Phoenix, Diospyros, Coffea, dan Asparagus, mempunyai dinding sangat tebaltempat berakumulasi hemiselulosa, yang bertindak sebagai zat cadangan. Dinding sel ini lambat laun menjadi lebih tipis selama perkecambahan. Sel parenkima dengan dinding sekunder yang relatif tebal dan berlignin adalah umum, terutama pada xylem sekunder. 
Struktur internal sel parenkima berbeda-beda menurut fungsinya. Ada beberapa macam parenkim antara lain sebagai berikut :
-         Klorenkim (parenkim asimilasi)
Klorenkim adalah sel parenkim yang berisi kloroplas dan berfungsi untuk fotosintesis. Sel ini biasanya mempunyai sebuah atau beberapa vakuola. Misalnya parenkim palisade pada daun karet (Ficus elastica).

-         Parenkim penimbun
Parenkim penimbun adalah sel parenkim yang biasanya berisi leukoplas (cadangan makanan). Sel parenkim ini dapat menyimpan bahan cadangan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, dalam bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma. Sel-sel parenkim penimbun tersusun rapat, tanpa ruang antarsel. Parenkim penimbun biasanya terdapat pada empulur batang, akar, umbi, rimpang, buah, dan endosperm biji. Misalnya parenkim penimbun pada pisang (Musa paradisiaca)

-         Parenkim air
Parenkim umumnya terdapat pada tubuh tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen. Umumnya, sel berukuran besar, berdinding tipis, lapisan sitoplasmanya tipis, mengandung hanya sedikit kloroplas atau bahkan tidak ada sama sekali. Sel penyimpan air mempunyai vakuola yang berisi cairan berlendir. Senyawa berlendir ini tampaknya dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan juga terdapat dalam sitoplasma maupun dinding sel.

-         Aerenkim (parenkim udara)
Sel-sel aerenkim mempunyai banyak ruang antarsel yang berkembang maksimum. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan yang tumbuh di tempat yang banyak mengandung air dan tumbuhan yang habitatnya di air (hidrofit). Jaringan ini penting untuk pertukaran udara. Misalnya pada eceng gondok (Eichornia crassipes).
            Berdasarkan bentuknya parenkim dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :
1.      Parenkim palisade
Merupakan penyusun daging daun. Terdiri atas selapis atau lebih sel. Bentuknya panjang, tersusun rapat, letaknya tegak lurus terhadap permukaan daun dan mengandung banyak kloroplas sehingga berperan sebagai fotosintesis.

2.      Parenkim spon
Sebagai penyusun mesofil daun. Susunan selnya tidak teratur, berdinding tipis dengan ruang antarsel yang relatif besar dan berfungsi sebagai pertukaran gas serta hubungan dengan mulut daun.

3.      Parenkim lipatan
Yaitu jaringan yang dinding selnya mengadakan lipatan ke dalam. Parenkim lipatan merupakan penyusun mesofil daun padi dan daun pinus.

4.      Parenkim bintang
Jaringan yang berbentk seperti bintang dan mempunyai banyak ruang antarsel.
            Banyak sel parenkim yang berisi tanin tersebar di seluruh bagian tumbuhan atau membentuk suatu sistem yang berkesinambungan. Sebagian besar tannin terdapat di dalam vakuola. Sel yang berisi tannin tetap mampu membelah dan tumbuh seperti sel parenkim yang tidak berisi tannin.
            Sel parenkim idioblas berisi berbagai senyawa, seperti enzim myrosin (Crusiferae, Capparidaceae, Rasedaceae, dsb), senyawa minyak(Lauraceae, Simarubaceae, Calycanthaceae, dsb), senyawa berlendir (Monocotyledoneae, Cactaceae, Portulacaceae, Malvaceae, Tiliaceae, dsb), dan senyawa resin (Meliaceae, Rutaceae,Rubiaceae, dsb).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar