Senin, 21 Juli 2014

PLOIDI



Ploidi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ploidi adalah istilah dalam biologi yang menunjuk pada satuan banyaknya genom (himpunan kromosom) dasar yang dimiliki oleh sel makhluk hidup. Penyebutannya biasanya menyertai awalan yang menunjukkan jumlah, seperti "monoploid" (satu set), "diploid" (dua set), dan sebagainya. Penyebutan biasanya disingkat sebagai x, jadi 1x berarti monoploid. Bilangan dasar dimiliki oleh "tipe normal" sel tubuh dilambangkan sebagai 2n.
Pada umumnya makhluk hidup, inti sel dari sel tubuh (sel somatik) normal memiliki dua set kromosom (diploid, 2x= 2n). Sebagai perkecualian, sejumlah organisme, banyak di antaranya tumbuhan, memiliki jumlah set yang lebih daripada dua, dan ini secara umum disebut sebagai organisme poliploid (poly- berarti "banyak"). Contohnya adalah kentang (tetraploid, 4x = 2n), gandum roti (heksaploid, 6x = 2n), dan tebu (biasanya oktaploid, 8x = 2n). Beberapa jenis sel memiliki perkecualian. Sel kelamin (sel seksual atau reproduktif) memiliki separuh dari set tersebut (jadi haploid, n, sebanyak bilangan dasar). Sel endosperma bersifat triploid, 3n, akibat adanya penggabungan dua genom pada sel kutub lembaga.

Beberapa istilah yang terkait dengan ploidi

  • Monoploid: satu set kromosom.
  • Haploid: jumlah genom dasar.
  • Haploid ganda: set kromosom hasil penggandaan karena kegagalan berpisahnya genom pada mitosis.
  • Diploid: dua set kromosom.
  • Triploid: tiga set kromosom.
  • Tetraploid: empat set kromosom.
  • Pentaploid: lima set kromosom.
  • Heksaploid: enam set kromosom.
  • Oktaploid: delapan set kromosom.
  • Poliploid: banyak set kromosom (nama umum untuk 3x ke atas).
  • Disomik: set kromosom sel tubuh lengkap (2n)
  • Monosomik: set kromosom sel tubuh kekurangan satu kromosom (2n - 1)
  • Trisomik: 2n + 1
  • Tetrasomik: 2n + 2




Poliploidi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Poliploidi adalah kondisi pada suatu organisme yang memiliki set kromosom (genom) lebih dari sepasang.
Organisme hidup pada umumnya memiliki sepasang set kromosom pada sebagian besar tahap hidupnya. Kondisi ini disebut diploid (disingkat 2n). Namun demikian, sejumlah organisme pada tahap yang sama memiliki lebih dari sepasang set. Gejala semacam ini dinamakan poliploidi (dari bahasa Yunani πολλαπλόν, berganda). Organisme dengan kondisi demikian disebut poliploid. Tipe poliploid dinamakan tergantung banyaknya set kromosom. Jadi, triploid (3n), tetraploid (4n), pentaploid (5n), heksaploid (6n), oktoploid, dan seterusnya. Dalam kenyataan, organisme dengan satu set kromosom (haploid, n) juga ditemukan hidup normal di alam.
Poliploidi umum terjadi pada tumbuhan. Ia ditemukan pula pada hewan tingkat rendah (seperti cacing pipih, lintah, atau beberapa jenis udang), dan juga fungi.

Pembentukan

Di alam, poliploid dapat terjadi karena kejutan listrik (petir), keadaan lingkungan ekstrem, atau persilangan yang diikuti dengan gangguan pembelahan sel. Perilaku reproduksi tertentu mendukung poliploidi terjadi, misalnya perbanyakan vegetatif atau partenogenesis, dan menyebar luas.
Poliploidi buatan dapat dilakukan dengan meniru yang terjadi di alam, atau dengan menggunakan mutagen. Kolkisin adalah mutagen yang umum dipakai untuk keperluan ini. Efeknya cepat diketahui dan aplikasinya mudah. Penggunaannya beresiko tinggi karena kolkisin sangat karsinogenik.
Autopoliploid terjadi apabila suatu spesies, karena salah satu sebab di atas, menggandakan set kromosomnya dan kemudian saling kawin dengan autopoliploid lain. Pola pembelahan sel autopoliploid rumit karena melibatkan perpasangan empat, enam, atau delapan set kromosom. Triploid karena autopoliploid dapat bersifat fertil.
Allopoliploid terjadi karena persilangan antarspesies dengan genom yang berbeda tanpa diikuti reduksi jumlah sel dalam meiosis. Amfidiploid adalah allotetraploid yang perilaku pembelahan selnya serupa dengan diploid. Allopoliploidi segmental terjadi apabila sebagian kromosom berasal dari genom yang berbeda (tidak semuanya berasal dari set kromosom yang lengkap).
Suatu spesies dapat bersifat diploid, meskipun dalam sejarah perkembangan evolusinya berasal dari poliploid. Spesies demikian dikenal sebagai paleopoliploid. Contoh spesies ini misalnya padi. Dengan n=10, padi berasal dari moyang poliploid dengan n=5.

Efek poliploidi pada organisme

Poliploidi seringkali memberikan efek dramatis dalam penampilan atau pewarisan sifat yang bisa positif atau negatif. Tumbuhan secara umum bereaksi positif terhadap poliploidi. Tetraploid (misalnya kentang) dan heksaploid (misalnya gandum) berukuran lebih besar (reaksi "gigas", atau "raksasa") daripada leluhurnya yang diploid. Karena hasil panen menjadi lebih tinggi, poliploidi dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman. Berbagai kultivar tanaman hias (misalnya anggrek) dibuat dengan mengeksploitasi poliploidi.
Reaksi negatif terjadi terhadap kemampuan reproduksi, khususnya pada poliploidi berbilangan ganjil, meskipun ukurannya membesar. Karena terjadi ketidakseimbangan pasangan kromosom dalam meiosis, organisme dengan ploidi ganjil biasanya mandul (steril). Pemuliaan tanaman, sekali lagi, mengeksploitasi gejala ini. Karena mandul, semangka triploid tidak memiliki biji yang normal (bijinya tidak berkembang normal atau terdegenerasi) dan dijual sebagai "semangka tanpa biji". Penangkar tanaman hias menyukai tanaman triploid karena biji tanaman ini tidak bisa ditumbuhkan sehingga konsumen harus membeli tanaman dari si penangkar.
Hewan bertulang belakang (vertebrata) bereaksi negatif terhadap poliploidi. Biasanya yang terjadi adalah kematian pralahir.

Teladan

Poliploidi pada mamalia biasanya berakhir dengan kematian pralahir. Vertebrata tertentu, seperti salamander dan kadal, juga memiliki "versi" poliploid. Cacing pipih, lintah, dan udang, dibantu dengan perilaku partenogenesis, juga memiliki anggota yang poliploid.
Pada tumbuhan, khususnya tumbuhan berbunga, poliploid mudah ditemukan baik terjadi secara alami atau campur tangan manusia (baik sengaja maupun tidak) dalam proses pemuliaannya. Contohnya panjang:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar