Senin, 21 Juli 2014

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN



STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

I. STRUKTUR
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan :

1.1. Jaringan meristem (sel penyusunnya bersifat embrional)
- Sel muda, belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi
- Dinding sel tipis
- Banyak mengandung protoplasma
- Vakuola kecil, inti besar, plastida belum matang

Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi :
1. Meristem apikal (contoh pada ujung akar dan ujung batang)
2. Meristem lateral (contoh kambium pembuluh, kambium gabus)
3. Meristem interkalar (pada pangkal ruas batang rumput)
Berdasarkan asalnya, jaringan meristem dibedakan atas :
o Meristem primer
o Meristem sekunder

1.1.1. Meristem primer (meristem yang berkembang dari sel embrional)
- Terdapat pada ujung akar dan ujung batang (menyebabkan pertumbuhan primer)
- Daerah yang terdiri dari :
? Meristem apikal (pada ujung akar dan ujung batang)
? Daerah promeristem (daerah diferensiasi sel/ sel meristem yang sudah mengalami diferensiasi pada tingkat tertentu)
? Jaringan protoderma (membentuk epidermis)
? Prokambium (membentuk jaringan ikat pembuluh primer : xilem primer dan floem primer) dan kambium
? Meristem dasar (membentuk jaringan dasar tumbuhan (empulur, korteks : parenkim, kolenkim dan sklerenkim)


1.1.1. Meristem sekunder (berkembang dari jaringan dewasa)
-       Jaringan kambium : terletak antara berkas pembuluh angkut xilem dan floem, selnya
aktif membelah, kearah dalam membentuk xilem sekunder, kearah luar membentuk floem sekunder
-       Jaringan gabus / jaringan periderma
  • Fungsi : mengantikan fungsi epidermis yang sudah menebal
  • Ø Terdiri dari felogen (kambium gabus), akan membentuk felem (gabus) ke arah luar dan feloderma ke arah dalam
  • Ø Dibentuk oleh epidermis/ paremkim dibawah epidermis/ kolenkim/ perisikel/ paremkim floem
1.2. Jaringan permanen/ jaringan dewasa
-       Terbentuk dari jaringan meristem yang berdiferensiasi (perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsi) dan terspesialisasi (pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi tertentu)
-       Jaringan ini tidaklagi mengalami pembelahan sel dan bersifat irreversibel
-       Jaringan ini disebut jaringan permanen, meliputi :
ü  Jaringan epidermis
ü  Jaringan parenkim
ü  Jaringan penyokong
ü  Jaringan pengangkut
1.2.1. Jaringan epidermis
  • Merupakan jaringan terluar (menutupi seluruh organ tubuh tumbuhan)
  • Ciri ciri : terdiri dari selapis sel, berbentuk pipih, tersusun rapat (tidak terdapat ruang antar sel)
  • Fungsi : sebagai pelindung jaringan yang lebih kedalam dan sebagai tempat pertukaran zat
  • Dapat mengalami modifikasi
1.1.1. Jaringan parenkim
  • Sel berukuran besar, berdinding tipis
  • Sel hidup, mengandung kloroplas
  • Susunan sel longgar, banyak rongga antar sel
  • Sel banyak mengandung vakuola

1.1.1. Jaringan penyokong
  • Berfungsi untuk menunjang tumbuhan agar dapat berdiri kokoh dan kuat
  • Ada 2 macam jaringan penyokong :
  1. Jaringan kolenkim :
  • terdapat pada tumbuhan muda, tumbuhan herba, mrp sel hidup
  • dinding sel mengalami penebalan dari selulosa pada sudut sudut sel
  1. Jaringan sklerenkim :
  • terdiri dari sel sel mati, dinding sel mengalami penebalan dari lignin
  • Fungsi : menguatkan bagian tubuh yang sudah dewasa
  • Menurut bentuknya , jaringan sklerenkim ada 2 macam :
ü  Sklereid (sel batu) : berbentuk bulat, berdinding keras, contoh sel sel pada tempurung kelapa dan tempurung kenari
ü Serabut sklerenkim (serat) : berbentuk panjang dan umumnya terletak pada permukaan  batang
1.1.1. Jaringan pengangkut
  • Terdiri dari xilem dan floem
  1. Xilem (pembuluh kayu) : disusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xilem, parenkim kayu, sklerenkim kayu
berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah ke daun
  1. Floem (pembuluh tapis) :  sel tapis, pembuluh tapis, sel penggiring, sel parenkim kulit kayu, sklerenkim (serabut kulit kayu)
berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tanaman
Xilem dan Floem membentuk suatu ikatan yang dinamakan ikatan pembuluh
Macam macam ikatan pembuluh :
  1. Tipe Kolateral : xilem dan floem letaknya bersebelahan ( xilem sebelah dalam, floem di sebelah luar)
    1. Kolateral terbuka : antara xilem dan floem terdapat kambium
Contoh : pada batang tumbuhan magnoliopsida (dikotil)
  1. Kolateral tertutup : antara xilem dan floem tidak terdapat kambium
Contoh : pada batang tumbuhan liliopsida (monokotil)
  1. Tipe Bikolateral : xilem diapit floem (terletak pada radius yang sama)
  2. Tipe Radial : xilem dan floem letaknya bersebelahan (tidak berada pada radius yang sama
  3. Tipe Konsentris : xilem dan floem berbentuk cincin silendris
    1. Amfikribal : xilem di tengah, dikelilingi floem
    2. Amfivasal : floem di tengah, dikelilingi xilem
  1. I.            Organ tanaman
-            Organ pokok tanaman :
  1. Akar
  2. Batang          organ vegetatif
  3. daun
-            organ tambahan/ hasil deferensiasi : bunga, buah, biji (organ generatif)
  1. Organ akar
-            Terdapat dalam tanah, arah tumbuh ke pusat bumi (geotropisme) dan menuju ke arah air (hidrotropisme)
  1. Fungsi organ akar :
  • tempat melekatnya tanaman pada tanah/ media tumbuh yang lain
  • memperkuat berdirinya tanaman
  • menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah/ media tumbuh
  • sebagai tempat menyimpan cadangan makanan (membentuk umbi, seperti bingkuang, wortel, ubi, dll)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar