KROMOSOM & KROMATIN
Kromosom berasal dari kata chroma
dan soma=badan. Setiap organisme selain memiliki sepasang kromosom
tersebut juga memiliki kromosom kelamin atau yang disebut gamet yang berasal
dari hasil pembelahan sel yang membagi jumlah kromosom menjadi jumlah
setengahnya yang disebut kromosom haploid. Jumlah kromosom pada setiap
organisme yang berada dalam satu spesies adalah sama. Sebagai contohnya adalah
jumlah kromosom somatik manusia yaitu 46 kromosom, tembakau 48 kromosom, dll.
Akan tetapi jumlah kromosom diploid tersebu tidak mempengaruhi posisi tiap
organisme dalam pohon pilogeni atau dalam pengklasifikasian. Karena yang
menentukan sifat suatu spesi yaitu informasi genetik yang dibawa oleh kromosom
tersebut.
Kromatin, jalinan benang-benang halus
dalam plasma inti. Disebut demikian karena kalau suatu jaringan diwarnai dengan
suatu zat pewarna. Jalinan itu akan menghisap banyak zat itu. Berasal dari Chroma=berwarna,
dan tin= benang. Terdiri dari benang-benang kromonema yang
berpilin-pilin longgar diselaputi protein.
Kromatin maupun kromosom terdiri
dari beberapa serat (fibril) halus dan dibina atas 2 macam molekul; ADN (asam
deoksiribosa nukleat) dan protein. Proteinnya terutama berupa histon.
Kromatin atau kromosom mengandung puluhan sampai ratusan ribu gen.
Morfologi Kromosom
Bagian kromosom terdiri dari lengan
dan sentromer. Sentromer merupakan bagian kepala kromosom, sentromer tersebut
mengandung kromonema dan gen. Lengan ialah badan kromosom sendiri dan juga
mengandung kromonema dan gen. Lengan memiliki 3 daerah yaitu : selaput,
kandung, dan kromonema.
Selaput ialah lapisan tipis yang
menyeliputi badan kromosom, kandung (matrix) mengisi seluruh lengan, terdiri
dari cairan bening. Kromonema adalah benang halus yang berpilin-pilin yang
terendam dalam kandung kromonema yang berasal dari kromonema kromatin sendiri.
Setiap kromosom dalam genom dapat
dengan mudah dibedakan antara kromosom yang satu dengan lainnya dengan
menggunakan beerapa cara khusus yang salah satunya adalah dengan melihat
panjang relatifnya, posisi dari sentromer yang membagi kromosom menjadi dua
lengan yang panjangnya berfariasi, adatidaknya dan posisi dari daerah yang
dinakanan knob atau kromometer, tempat kbenang-benang kromatid yang
disebut Sateit. Kromosom dengan median sentromer normalnya akan
memiliki jumlah lengan yang dapat dibagi. Lengan yang lebih pendek dinamakan lengan
P sedangkan lengan yang lebih panjang dinamakan lengan Q.
Autosom dan Kromosom Kelamin
Setiap organsme jantan memiliki kromosom kelamin.
Keomosim dibagin menjadi kromosom X dan Y. Julmlah dari kromosom homolog dapat
dibedakan pada tiap pasngnya. Seluruh kromosom yang di luar dari kromosom
kelamin adalah autosom.
Replikasi Kromosom
Terdapat tiga elemen yang esensial
dalam replikasi dari kromosom eukaryotik. Yaitu:
1. Sumber atau gen awal
replikasi
2. telometer
3. centrometer
Setiap kromatid mengandung molekul
linier DNA tunggal. Replikasi DNA dapat menjadi simulatan pada beberapatempat
di setiap kromosom. Beberapa unit replikasi yang independen disebut sebagai Replicon.
Asal dari replikasi berkisar antara 50 – 250 kbp.
Ekspresi Gen
1. Transkripsi
Sintetis dan prosesing dari RNA
ribosom (rRNA) mampu menjadikan satu atau lebih spesialisasi dari genom yang
disebut Nucleoli. Sinyal terminasi Transkripsi untuk eukaryotik mRNA
tidak diketahui. RNA polimerase II tetapi melakukan elongasi rantai mRNA
dibalik mRNAs dewasa yang ditemukan dalam squense sebelum terminasi yang
dilakukan oleh mekanisme tertentu.
2. Translasi
Proses translasi dari mRNA menjadi
rantai peptida dalam eukaryotik secara esensial mirip dengan yang terdapat pada
bakteria. Yang berbeda adalah dalam beberapa langkah atau caranya. Secara umum
perbedaannya dapat didefinisikan sebanyak tiga buah faktor inisiasi yang
diperlukan dalam translasi. Lebih banyak lagi diperlukan oleh eoukaryotik yang
didisain berupa eIFs yang membedakannya dari bakteria.
3. Poin pengontrol ekspresi
gen
Pada eukryotik terdapat enam langkah
utama dalam ekspresi gennya, yaitu :
1. melepas pilin dari
nukleosom
2. transkripsi DNA menjadi
RNA
3. prosesing nRNA atau
pre-mRNA
4. transportasi mRNA dari
nukleus ke sitoplasme
5. translasi mRNA menjadi
rantai polypeptida
6. Prosesing rantai
polypeptida menjadi rantai protein yang fungsional
Beberapa langkah tersebut yang
menjadi pemicu aktif tidaknya (on/off) dari ekspresi gen dalam eukaryotik.
TAUTAN
GEN, PINDAH SILANG DAN PEMETAAN KROMOSOM
Pindah silang atau crossing over adalah proses
pertukaran segmen dari kromatid-kromatid bukan kakak beradik (nonsister
chromatid) dari sepasang kromosom homolog. Peristiwa pindah silang umum
terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakan makhluk seperti
tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Pindah silang umumnya terjadi ketika
meiosis I (akhir profase atau permulaan metafase), yaitu pada saat kromosom telah
mengganda menjadi dua kromatid. Pada waktu kromosom-kromosom hendak memisah
(yaitu pada anafase I), kromatid-kromatid yang bersilang itu melekat pada
kromatid sebelahnya secara tim,bal balik. Akibatnya gen-gen yang terletak pada
bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya ke kromatid sebelah.
Dalam nonsister chromatid, bila terjadi
pemisahan kromosom maka pita ADN komplementer terbuka dan bergabung kembali
dengan bantuan enzim-enzim khusus, yaitu enzim endonuklease yang dapat memecah
ikatan ADN dan memotong satu kromosom dari induk dan ayah. Ujung yang bebas
dari kromatid tersebut dipengaruhi oleh enzim polimerase untuk mengikat
nukleotida komplemennya bila pemutusan tidak pada tempat yang sama. Molekul DNA
berpita ganda akan terbentuk kembali dan masing-masing mempunyai bagian yang
tertukar bila dibandingkan dengan kromatid asalnya
Pemisahan bebas pasangan gen pada saat
pembentukan gamet merupakan dasar pengertian genetika. Jumlah gen dalam suatu
organisme jauh melebihi jumlah pasangan kromosom mengandung banyak gen,
beberapa diantaranya tidak memisah dengan bebas, meskipun gen tersebut secara
fisik saling bertaut dalam kromosom (non-sister chromatids). Rekombinasi antara
gen bertaut adalah sumber utama keragaman genetik dalam suatu spesies. Kombinasi
gen baru ini dan juga rekombinasi kromosom yang berasal dari orang tuanya,
memungkinkan seorang pemulia tanaman untuk mengembangkan sifat yang siinginkan
dalam varietas-varietas baru (kultifar).
Tautan gen (linkage)
Gen-gen kromosom berasal dari :
- pola pewarisan identik dari gen dan kromosom setelah mitosis dan meiosis
- perwujudan tak normal dari organismenyang kehilangan satu kromosom
- sifat gen yang bertaut seks
Ketika 2 atau lebih gen berada dalam
posisi pada satu kromosom yang sama dapat dikatakan berangkai, dengan
dihubungkan dengan outosom atau kromosom kelamin. Gen pada tion kormosomyang
berbeda memiliki atau berdiri sendiri pada masing-masing kromosom tersebut atau
terpisah antar kromosom. Sedangkan hasil dari testcross dihibridnya akan mendapatkan
hasil yang berbeda-beda berdasarkan gen yang berangkaian pada tiap kromosom
berberbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar